Pages

9.7.10

Gerakan Mahasiswa


ini merupakan foto yang diambil ketika sedang terjadinya aksi mahasiswa. saya mungkin termasuk di dalam aksi atau gerakan mahasiswa ini. tapi entah mengapa, saya selalu disudutkan dengan anggapan-anggapan bahwa apa yang saya lakukan itu hanya lah sia-sia semata dan hanya membuang energi, berteriak lantang tanpa ada yang mau mendengarnya. selalu saja orang beranggapan buruk setelah mendengar kata demonstrasi, karena kata ini sekarang identik dengan kerusuhan, chaos, kekerasan, anarkitis dan merusak fasilitas negara. memang saya akui banyak sekali oknum mahasiswa yang saat ini masih melakukan hal ini, tetapi tidak semua mahasiswa seperti ini. kami sebagai mahasiswa yang intelektual dan berwawasan sudah tidak zamannya melakukan tindakan bodoh seperti ini. tetapi memang setelah terjun kelapangan semua emosi bercampur disana, semua kekesalan tertumpah disana menyebabkan kita mudah terprovokasi dan mudah dikambing-hitamkan oleh berbagai pihak, kekuatan politisi. ini merupakan konsekuensi atau resiko yang mau tidak mau harus kita ambil saat melakukan aksi. nah idealis mahasiswa keluar disini, dia memilah mana yang baik dan buruk, menurut saya mahasiswa itu mempunyai idealitas yang tinggi, pasti tau aksi mahasiswa tahun 1998 dimana legitimasi kekuasaan rezim Soeharto lengser? itu merupakan momentum yang menjadi perjalanan sejarah kita dimana mahasiswa kembali sebagai penggerak revolusi bangsa ini menjadi reformasi. tidak ada salahnya kita melakukan hal ini daripada kita hanya menonton di layar kaca dan hanya mencerca dibelakang layar, ironi sekali. saya masih bisa membanggakan diri daripada hanya duduk diam dan tidak melakukan apa-apa.

sebenarnya ini bergantung teman-teman menyikapinya bagaimana, tapi ini menurut saya.

saya ingin bercerita sedikit tentang aksi mahasiswa yang terakhir saya ikuti, saat itu sedang menentukan rapat paripurna menentukan bersalah atau tidaknya bailout Bank Century dimana para wakil rakyat digedung mewahnya sedang menentukan opsi mana yang paling benar. ada opsi A menjadikan bailout itu sudah benar sesuai peraturan, ada opsi C menjadikan bailout Century itu salah dan harus diadili orang-orang yang melakukan kebijakan dan mempunyai wewenang. kami dari bandung terjun langsung ke Jakarta untuk melakukan aksi untuk mengawasi jalannya sidang paripurna tersebut.

awalnya sebelum keberangkatan kami terpaksa diberhentikan polisi dahulu karena tidak memiliki izin, tetapi setelah lobi-lobi akhirnya kami diizinkan pergi ke Jakarta. sesampainya di Jakarta kami berhenti di Gelora Bung Karno dan mempersiapkan peralatan orasi, seperti toa, panji (bendera), almamater dan lain-lain. kami memulai orasi pukul 3siang dan saat kami membuat barikade menuju gedung DPR memang sudah terjadi kerusuhan saat itu, sudah adanya gas air mata dan terjangan watercannon, mengakibatkan kita harus mengevakuasi mahasiswi mundur. dan akhirnya kami lanjutkan besok pagi karena hasil paripurna belum dicetuskan. kami menginap di departemen kehutanan tepatnya di mesjid.

pagi hari kita bersiap melakukan aksi, ternyata sudah ada 500-1000 massa pro-pemerintah yang telah berorasi di gedung DPR, tetapi kita tetap tidak gentar kami tetap melakukan aski untuk menentang pemerintahan, kami saat itu hanya dengan massa sekitar 50an mahasiswa. setelah melakukan aksi dan berorasi, massa pro-pemerintah menyerang dan hampir terjadi kericuhan akibat perbedaan pandangan tersebut. akhirnya kita mundur untuk mempersiapkan aksi yang lebih matang dan menunggu kawan-kawan yang lain datang. aksipun dimulai kembali sore, massa pro-pemerintah telah dibubarkan polisi dan kami yang mengambil alih area aksi. kami dibagi menjadi dua kubu, ada dari mahasiwa organisasi aksi dan mahasiswa muslim. terjadi kembali kericuhan dan gas air mata dan watercannon kembali ditembakan, akibat adanya provokasi dari luar membuat mahasiswa muslim mengalami korban. dan setelah hasil paripurna selesai dan Opsi C menang. akhirnya kami mengakhiri aksi tersebut.


dan sekilas totalitas perjuangan mahasiswa, demi mempersembahkan jiwa dan raga untuk negeri tercinta


peradaban mulia suatu bangsa diisi oleh para pemuda dengan gagasan besar dan semangat perubahan



No comments:

Post a Comment