Pages

27.8.10

deru hentakan kaki, menghujam tanah yang kini mulai goyah.
ketika dunia sibuk tanpa pemikiran pasti.
sepasang tua renta duduk diam termenung dihamparan koran menunggu kematian.
tak semua indra yang kini mereka rasa, ingatan pun sudah sedikit yang hinggap dikepalanya.
panas, gersang bagai gurun yang terjebak ditengah kota.


"aku sedih melihat dunia, mengapa dunia begitu enggan melihat kita?"
"tenanglah, aku tak perlu mereka sekarang."
"aku bingung, rasanya ingin aku mati meninggalkan kota renta seperti ini."
"cobalah pejamkanlah matamu."
"gelap, aku takut gelap!"
"tenang saja ada aku disini, genggamlah tanganku sekarang"


hening ketika terpejam.
duniapun mereka acuhkan sekarang.


"ada apa ini, seketika aku melihat tanah impian. tak ada lagi kebisingan."
"aku juga merasakannya"
"apakah aku bermimpi?"
"tidak, ini surga."

No comments:

Post a Comment