Pages

18.10.11

Ironi di Negeri Agraria

Memang sebuah ironi masyarakat kita, ketika kita menyebutkan seorang petani pandangan umum khalayak banyak pasti menyiratkan kemiskinan, kesengsaraan, tidak berpendidikan dan segala pandangan negatif lainnya. Anehnya, yang saya pelajari dari sekolah dasar, Indonesia ini adalah negara yang agraris, segala macam tumbuhan bisa tumbuh disini, bahkan hiperbola guru saya ketika anda melempar benih saja, disana pasti tumbuh tanpa kita rawat. Betapa dahsyatnya negara ini, di negara yang kaya akan sumber daya alamnya seharusnya petani dapat merajai negeri ini, kawan. dari 250 juta orang di Indonesia, ada sekitar 45 juta bahkan lebih orang yang bermata-pencaharian petani, seharusnya ekonomi Indonesia dapat maju oleh sektor pertanian di negara agraris ini, tetapi yang terjadi adalah sebaliknya petani mendominasi kemiskinan di Indonesia.  
Kondisi petani ini semakin memprihatinkan karena petani di Indonesia secara umum hanya memiliki lahan yang sempit, sehingga berdampak kepada pendapatan para petani yang begitu rendah. Di lain sisi petani pun biasanya tidak mempunyai modal yang besar ketika dia memulai pembibitan, sehingga mereka harus meminjam walaupun memakai bunga. Dengan Kondisi ini menjadikan petani terjebak kepada tengkulak atau bahkan rentenir yang memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi. meskipun kondisi ini tidak baik untuk petani, tetapi itulah solusi terbaik bagi mereka agar mendapatkan modal dan dapat menyambung kehidupan mereka. 
Apa yang terjadi disini? dilematis memang. Kekeliruan terbesar yang dilakukan dalam proses pembangunan di Indonesia terletak pada pendekatan dan metodologinya, ciri dominan yang melekat adalah bersifat top-down atau dipaksakan dari atas, indoktrinatif atau bersifat mengajari, bukan mendidik dan Instant berorientasi pada hasil bukan proses. Kita terlalu banyak dikotori oleh manusia-manusia egois yang hanya ingin mensejahterakan individu maupun golongan tertentu saja. pemerintah pun tidak tegas menindak dan memberikan kebijakan yang membuat petani semakin tergerus, di negara agraris ini kita masih mengimpor bahan dasar dari negara lain, label agraris itu hanya kebanggaan yang palsu dan kosong! 
Desa Kebangsaan, Kearifan Lokal Indonesia 
Dalam suatu Pekan yang saya jalani di Yogyakarta, tepatnya daerah Dusun Nogosari, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul disini berada sebuah desa mandiri, desa yang luar biasa menginspirasi kami sebagai mahasiswa.  sebuah Desa Kebangsaan, sebagai wujud kongkrit dan merupakan refleksi dari tekad kuat kita untuk terus memperkokoh jati diri bangsa yang dilandasi oleh agama dan semangat kebangsaan kita. 
Pencetus didirikannya desa ini adalah, KH. Nasruddin Anshory, seorang cendikiawan muslim yang sangat peduli terhadap keadaan lingkungan yang terjadi. Awalnya desa ini merupakan lahan yang sangat sulit digarap, tandus dan akhirnya desa ini menjadi daerah konservasi sehingga menjadi lahan hijau. Beliau menggagas desa ini menjadi desa yang mandiri yang mampu mensejahterakan masyarakat sekitar. tidak mudah memang, tetapi dengan istiqomah dan terus berdoa dan berikhtiar akhirnya desa ini mampu unjuk gigi hingga belahan dunia. 
Dari segala aspek mulai aspek lingkungan, aspek pertanian dan bahkan aspek seni dan budaya tumbuh mekar disini. di pelosok negeri ini, ternyata banyak sekali kearifan-kearifan lokal tercipta dengan bantuan alam tanpa ada yang mendidik mereka.
Otak kita seringkali dijejali kekhawatiran, ketidakpuasan terhadap negara, segala sudut pandang negatif terhadap bangsa kita sendiri, tetapi disini saya mendapat secercah harapan untuk membangun negeri dengan hal-hal positif. Bukan hanya pemerintah yang hanya sekedar retorika tanpa arti tetapi mahasiswa pun mengikutinya. Mari kita renungkan dengan serius apa yang harus kita perbuat terhadap bangsa ini membangun hal-hal positif untuk negara yang kita tinggali dan kita cintai ini.
Sebuah tugas mulia bagi kita semua, untuk dapat memajukan sektor pertanian atau bahkan seluruh sektor yang ada di negeri ini. Mari lakukan tindakan nyata demi tercapai visi kita untuk dapat mensejahterakan petani atau bahkan masyarakat Indonesia. 


Said Panji Permana
IMATETANI - Ikatan Mahasiswa Teknik Pertanian Indonesia

No comments:

Post a Comment